Pengangguran terselubung dan arus urbanisasi tetap menjadi persoalan struktural di perdesaan Indonesia. Meski alokasi Dana Desa signifikan, penciptaan lapangan kerja berbasis ekonomi riil masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis potensi dan tantangan implementasi teknologi Expert Advisor (EA) dalam trading forex sebagai salah satu model usaha digital di perdesaan, dengan memperhatikan aspek literasi keuangan, manajemen risiko, dan kesiapan infrastruktur digital. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang dimodifikasi, mencakup tahap: (1) studi literatur dan survei awal untuk memetakan kebutuhan dan risiko, (2) perancangan prototipe EA dengan pendekatan konservatif dan fitur risk cap, (3) validasi ahli, (4) uji kinerja melalui backtesting dan forward testing dalam lingkungan terkontrol, serta (5) simulasi pelatihan terbatas tanpa melibatkan modal riil masyarakat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa meskipun EA berhasil dikembangkan dan menghasilkan profit simulasi sebesar 10% dalam tiga bulan, tingkat maximum drawdown yang mencapai 45% mengindikasikan profil risiko yang sangat tinggi dan tidak sesuai untuk masyarakat dengan kapasitas finansial terbatas. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengenalan instrumen spekulatif seperti trading forex ke masyarakat perdesaan memerlukan kerangka literasi keuangan yang komprehensif dan regulasi protektif. Luaran penelitian berupa prototipe EA, modul edukasi risiko keuangan, dan rekomendasi kebijakan lebih diarahkan sebagai bahan kajian akademis dan sosialisasi hati-hati, bukan sebagai solusi praktis instan. Implikasi penelitian menekankan pentingnya mengarahkan pemberdayaan ekonomi desa pada usaha digital berbasis ekonomi riil yang berkelanjutan
Copyrights © 2025