Penelitian ini menganalisis jalin-kelindan antara stand-up comedy yang diinisiasi turis Rusia di Bali dengan konstruksi stereotip mengenai warga lokal dan pengalaman pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis wacana, penelitian ini memanfaatkan acara “Standup na Bali” di YouTube sebagai sampel utama untuk menelusuri bagaimana humor menjadi media representasi budaya dalam konteks turisme internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa materi komedi yang dibawakan turis Rusia tidak hanya menggambarkan pengalaman wisata, tetapi juga menciptakan dan memperkuat stereotip tertentu tentang masyarakat Bali, spiritualitas lokal, dan destinasi wisata seperti Ubud, yoga dan Hutan Monyet. Memanfaatkan Superiority Theory, penelitian ini menemukan bahwa humor kerap berfungsi sebagai cara bagi wisatawan untuk menunjukkan posisi mereka melalui perbandingan sosial dan karikatur budaya. Stereotip yang muncul, seperti warga Ubud yang terlalu spiritual, praktik yoga yang berlebihan, atau monyet yang jahil, mencerminkan pandangan turis yang dibentuk oleh tourist gaze dan pengalaman terbatas selama berada di Bali
Copyrights © 2025