cover
Contact Name
Pepy Afrilian Afrilian
Contact Email
pepyafrilian@uinmybatusangkar.ac.id
Phone
+6281232726788
Journal Mail Official
i-tourism@uinmybatusangkar.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Jl. Raya Batusangkar- Padang Panjang KM.& Kecamatan Limo Kaum - Tanah Datar -Sumatera Barat
Location
Kab. tanah datar,
Sumatera barat
INDONESIA
Islamic Tourism
ISSN : 28278879     EISSN : 28278879     DOI : http://dx.doi.org/10.31958/i-tourism
Islamic Tourism (I-Tourism) is a journal published by Universitas Mahmud Yunus Batusangkar managed by Faculty of Islamic Economics and Business, Department Syariah Tourism. This journal seeks to spread research to educators throughout the world. This journal warmly welcomes the contributions of scientists and experts in the fields of Islamic Economics and Tourism. This publication was made as an interactive journal, not an electronic version of traditional print publications. The journal is published periodically twice a year, i.e., every June (first edition) and December (second edition).
Articles 28 Documents
Strategi Pengembangan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) studi kasus Benteng Fort de Kock Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kota Bukittinggi Ferzi - Hartawan; Peppy Afrilian
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol 1, No 2 (2021): I-Tourism : Jurnal Pariwisata Syariah
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/i-tourism.v1i2.5349

Abstract

AbstractPenelitian ini dilakukan untuk melihat dan menentukan Strategi pengembangan yang dilakukan oleh Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Studi Kasus Benteng Fort de Kock Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi sudah optimal sebagai salahsatu Destinasi Tujuan Wisata terbaik di Sumatera Barat khususnya pada Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Oppurtunity, dan Threats). Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Pengembangan Taman Marga Satwa Studi Kasus Benteng Fort de Kock sebagai salahsatu Destinasi Tujuan Wisata populer yang ada di Sumatera  Barat khususnya Kota Bukittinggi dalam mempertahankan keasrian dari peninggalan sejarah dan pengembagan RTH( Ruang Terbuka Hijau) yang sangat baik sehingga para pengunjung masih bisa menikmati keaslian yang belum berubah seutuhnya karena Benteng Fort de Kock adalah salahsatu bangunan Cagar Budaya. Pengertian Cagar Budaya dalam UURI No. 11 Tahun 2010 : Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa: Benda Cagar, Budaya Bangunan ,Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya dan kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Bersifat kebendaan berdasarkan Undang-Undang bahwa Cagar Budaya adalah warisan budaya yang bersifat kebendaan atau yang biasa disebut dengan bersifat tangible. Artinya bahwa warisan budaya yang masuk ke dalam kategori Cagar Budaya adalah warisan budaya yang berwujud konkrit, dapat dilihat dan diraba oleh indra, mempunyai massa dan dimensi yang nyata. Jenis Cagar Budaya ada lima jenis Cagar Budaya, yaitu Benda Cagar Budaya,  Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya.Berada di darat dan di air salah satu pembeda antara UURI No. 5 Tahun 1992 dengan UURI NO. 11 Tahun 2010 adalah diakomodirnya Cagar Budaya yang ada di air. Bahwa Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan di darat dan/atau di air. Nilai penting sesuatu dapat dikatakan Cagar Budaya jika memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan. Sejarah Ilmu pengetahuan dan Agama. Dan Benteng Fort de Kock hampir memilki semua yang dijelaskan.Keyword : Strategi, Pengembangan, TMSBK Studi Kasus Benteng Fort de Kock 
Pengembangan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan Menerapkan Aspek Pariwisata 3S (Something to see, Something to do, Something to buy) Givara Oksafa Silvandi; Siska Mandalia
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol 1, No 2 (2021): I-Tourism : Jurnal Pariwisata Syariah
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/i-tourism.v1i2.4923

Abstract

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak diminati oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Terletak di Kota Bukittinggi, kawasan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan terbagi atas dua objek wisata, yakni Kebun Binatang dan cagar budaya Benteng Fort de Kock. Dalam rangka menciptakan kunjungan wisatawan yang sustainable maka pengembangan terhadap suatu destinasi wisata sangat diperlukan.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengembangan kawasan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan dengan menerapkan aspek pariwisata yakni, something to see, something to do, something to buy (sesuatu yang dapat dilihat, sesuatu yang dapat dilakukan, dan sesuatu yang dapat dibeli). Dalam penelitian ini,  pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian berupa observasi atau pengamatan terhadap objek wisata dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum fasilitas sarana dan prasarana di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan sudah tersedia dengan baik, hanya saja masih memerlukan pengembangan dan perhatian lebih dalam agar lebih menarik minat kunjungan wisatawan ke TMSBK Kota Bukittinggi dan menciptakan kunjungan yang sustainable.
Penerapan Sistem Absensi Finger Print untuk Meningkatkan Kedisplinan Kerja Karyawan Emersia Hotel & Resort Batusangkar Mutia Dwi Antesa; Febria Rahim
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol 1, No 2 (2021): I-Tourism : Jurnal Pariwisata Syariah
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/i-tourism.v1i2.5377

Abstract

Emersia Hotel &Resort Batusangkar tempat penulis melaksanakan magang merupakan Hotel bintang 4 yang terletak di Kota Batusangkar. Emersia Hotel & Resort Batusangkar terdiri atas 7 lantai dan memiliki 135 kamar dengan berbagai tipe kamar. Hotel ini memiliki fasilitas lain sepertia Restaurant, Louge, Ballroom, Meetingroom, swimmingpool, SPA, karaoke, Gym dan fasilitas lainnya. Nama Emersia merupakan penggabungan dari kata Emerald dan ASIA/ Indonesia.Emerald atau Zamrud adalah batu permata yang dianggap berharga, penting, suci dan sangat mahal selama ribuan tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan membahas lebih lanjut mengenai bagaimana penerapan sistem absensi fingerprint untuk meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan pada Emersia hotel & resort Batusangkar. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian berupa observasi atau pengamatan terhadap karyawan Emersia hotel & resort Batusangkar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan Emersia hotel & resort Batusangkar telah menerapkan kedisplinan karena telah di terapkan nya sistem Finger Print dalam melaksanakan absensi di Emersia Hotel & Resort Batusangkar.
Sistem Kepariwisataan Kota Bandung Cahya Agung Mulyana
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol 1, No 1 (2021): I-Tourism : Jurnal Pariwisata Syariah
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/i-tourism.v1i1.4628

Abstract

Melihat pariwisata sebagai sebuah sistem berarti bahwa analisis mengenai berbagai aspek kepariwisataan tidak bisa dilepaskan dari subsistem atau elemen-elemen yang lain seperti ekonomi, social, budaya dan lain sebagainya dalam hubungan saling ketergantungan dan saling terkait, sebagai sebuah sistem, antarkomponen dalam sistem tersebut terjadi hubunganinterdependensi, yang berarti bahwa perubahan pada salah satu subsisem akan menyebabkan terjadinya perubahan pada subsistem lain yang sampai akhirnya kembali ditemukan harmoni yang baru. Makalah ini akan mencoba meninjau sistem kepariwisataan di Kota Bandung dengan melihat elemen-elemen pembentuknya.
Analisis Pengaplikasian Syariah Compliant di Hotel Rangkayo Basa Padang Panjang Ferawati Ferawati; Alimin Alimin
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol 1, No 1 (2021): I-Tourism : Jurnal Pariwisata Syariah
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/i-tourism.v1i1.4724

Abstract

This study aims to determine whether the Rangkayo Basa Padang Panjang Hotel has implemented MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI/X/2016 and also to find out whether it is appropriate for the Rangkayo Basa Hotel Padang Panjang to be said to be a sharia hotel. The research used is a type of qualitative research. The data collection technique that the author uses is interviews, observation and data processing is carried out in a qualitative descriptive manner, then described and classified into certain aspects of the problem and explained through effective sentences. The results showed that in the implementation and implementation of MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for the Implementation of Tourism Based on Sharia Principles at the Rangkayo Basa Hotel Padang Panjang it was found that the Rangkayo Basa Padang Panjang Hotel was in accordance with the DSN-MUI Fatwa, except for a few things, namely: a) Rangkayo Basa Padang Panjang Hotel have not received a halal certificate from MUI for food and drinks because it has not been issued by MUI until now, b) Rangkayo Basa Padang Panjang Hotel has not provided facilities for worship such as, hotel rooms do not have the sound of the call to prayer when prayer time has entered, c) Rangkayo Basa Hotel Padang Panjang has implemented the Ijarah contract, the Wakalah bil ujrah contract and has not implemented the Ju'alah contract due to the COVID-19 outbreak. While the obstacles in the implementation of the MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI/X/2016 is the selection of hotel guests who want to stay for hotel guests who bring a partner at Hotel Rangkayo Basa Padang Panjang.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Kubu Gadang Sebagai Salah Satu Desa Wisata Terbaik Di Sumatera Barat Nury Ance Marshesa; Harry Yulianda
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol 1, No 1 (2021): I-Tourism : Jurnal Pariwisata Syariah
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/i-tourism.v1i1.4631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mendeskripsikan strategi pengembangan apa yang dilakukan oleh Desa Wisata Kubu Gadang secara optimal untuk kembali terpilih menjadi desa wisata terbaik di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan Desa Wisata Kubu Gadang dalam mempertahankan penghargaan desa wisata terbaik di Sumatera Barat menggunakan teori yang dikemukakan oleh Mahriani et al dengan kriteria 4A+1C adalah : Pertama Attraction (Atraksi) strategi yang digunakan adalah mempertahankan dan melestarikan potensi alam, kebudayaan, kesenian dan makanan khas yang ada. Kedua Amenities (Fasilitas) yaitu melakukan strategi inovasi terhadap fasiltas Desa Wisata Kubu Gadang seperti pembuatan cafe, pembuatan gerbang Kubu Gadang dilengkapi dengan patung Silek Lanyah, membuat beberapa spot foto dengan mengangkat tema tradisi dan alam, membuat petunjuk arah, membuat fllosofi Kubu Gadang dan menambah lahan parkir. Ketiga Accesbility (Aksesbilitas) yaitu Desa Wisata Kubu Gadang letaknya strategis dekat dengan destinasi lain maka perlunya menjaga kolaborasi dengan destinasi sekitarnya. Keempat Ancilliary (Pelayanan Tambahan) yaitu menjaga kerjasama dengan Travel Agent dan Photografer dimana dukungan dari pihak luar swasta sangat membantu dalam pengembangan seperti promosi. Kelima Community Involvement (Keterlibatan Masyarakat) masyarakat Desa Wisata Kubu Gadang mendukung pembangunan desa wisata, tetapi dalam prakteknya masih ada sebagian kecil yang belum terlibat, oleh karena itu perlunya mencari regenerasi penggerak dengan cara memberikan sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat guna untuk menyadarkan masyarakat atas manfaaat adanya desa wisata serta memberikan pelatihan bahasa asing bagi pengeloa Desa Wisata Kubu Gadang. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Padang Panjang juga memberikan penyuluhan, sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat. Dinas Pariwisata juga mengajak pengelola khususnya dari anggota POKDARWIS untuk melakukan studi banding ke desa-desa wisata yang sudah berkembang.  
Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Daya Tarik Tamu di Grand Bunda Hotel Syariah Latifa Sri Oktavia; Harry Yulianda
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol 1, No 1 (2021): I-Tourism : Jurnal Pariwisata Syariah
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/i-tourism.v1i1.4632

Abstract

The purpose of this study is to describe the marketing management in the Grand Bunda Hotel Syariah based on the marketing mix (product, price, place, promotion) and see the marketing strategy through the marketing mix that needs to be done by the Bunda hotel in increasing consumer attractiveness.This type of research is descriptive qualitative by conducting research and direct interviews to determine the marketing strategy through the marketing mix of product, price, place, promotion at Grand Bunda Hotel Syariah Bukittinggi. Data collection techniques through interviews and documentation. The data analysis technique is using data reduction analysis stages, which is a form of analysis that sharpens and shows important things in the results of interviews, data presentation provides conclusions from the results of interviews that have been compiled which allows drawing conclusions and taking action, and finally drawing conclusions. This is the most important and final process carried out in research to get a conclusion that can be verified based on the presentation of data obtained from sources.From the research that the author did in the field, it can be concluded that the marketing strategy used by Grand Bunda Hotel Syariah is a product strategy that provides the facilities needed by guests such as a place for ablution, Qibla direction and prayer equipment. The price strategy offered is affordable for all people by determining economic prices. Its location strategy is very strategic by being near the tourist attraction of Bukittinggi. The promotional strategy is carried out by giving brochures to every guest who visits there and sales promotions carried out during meeting visits to other places. And the strategy that Grand Bunda Hotel Syariah did not do was a potential product strategy by maximizing social media, using influencer services, creating blogs about hotels. Additional product strategies such as providing a Muslim-inspired swimming pool and a Muslim-inspired SPA with a separate place for men and women.
Analisis Penerapan Prinsip Hotel Syariah Pada Hotel Satria Syariah Batusangkar Yunita Nurharani; Pepy Afrilian; Muhammad Deni Putra
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol 1, No 1 (2021): I-Tourism : Jurnal Pariwisata Syariah
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/i-tourism.v1i1.4630

Abstract

 The main problem in this thesis is that there are differences in the application and there has been no implementation of sharia principles at the Satria Syariah Batusangkar Hotel. This hotel was only established as a guest house in 2016, then renovated and made into a hotel in 2019. The purpose of this study was to analyze the application of sharia at the Satria Syariah Batusangkar hotel with the tourism and creative economy PERMEN approach number 2 in 2014.The type of research that the author uses is field research, in this study the author will discuss the differences in the application and what sharia principles have not been applied to at the Hotel Satria Syariah Batusangkar based on PERMEN tourism and creative economy number 2 of 2014. Data collection techniques used the authors use is through observation, interviews, and documentation. Data processing was carried out in a qualitative descriptive manner.From the research that the author conducted in the field, it can be concluded that, from the aspect of management, product, service according to the new moon 1 (which is absolute) there are still differences in the application or even not applying sharia principles at all, the first aspect of management is business management, the second aspect products, namely public toilets, kitchens, and prayer rooms. The three service aspects are housekeeping, food and beverages. Based on the results of the SWOT analysis using a graph, it can be concluded that the hotel is in quadrant 3 which means it has a very large opportunity from the outside environment in the application of sharia principles but the hotel has weaknesses from the internal resources of the hitel itself. The focus of a hotel's strategy in this condition should be to eliminate internal weaknesses so that it can concentrate on pursuing available environmental opportunities in order to implement sharia principles.
Peningkatan Perekonomian Masyarakat (Pemilik Homestay Dan Pedagang) Desa Wisata Rantih Melalui Produk Paket Wisata Atika Afriani
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/i-tourism.v2i1.4635

Abstract

Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah kualitatif yaitu dengan deep interview yang merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada informan oleh pewawancara. Dalam penelitian ini penulis akan membahas tentang tentang peningkatan perekonomian masyarakat (pemilik homestay dan pedagang) Desa Wisata Rantih melalui produk paket wisata. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yaitu menggunakan langkah-langkah berikut yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan perekonomian pemilik homestay dan pedagang setelah adanya paket wisata di Desa Wisata Rantih. Paket wisata yang dimaksud adalah paket wisata menginap. Pengaruh yang diberikan oleh paket wisata menginap ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan terhadap perekonomian pemilik homestay dan pedagang. Dengan paket menginap yang diambil oleh para wisatawan, tentunya wisatawan  pasti akan menginap di homestay sehingga membuat pendapatan pemilik homestay mengalami peningkatan, karena homestay termasuk ke dalam komponen paket wisata. Jadi, setiap paket wisata yang terjual, maka pemilik homestay juga mendapatkan keuntungan melalui paket wisata tersebut. Begitu juga dengan para pedagang yang juga merasakan dampak peningkatan pendapatannya bertambah melalui paket menginap, karena di dalam komponen paket wisata juga menyediakan jasa makanan dan minuman yang mana persediaan bahan tersebut diambil dari dagangan para pedagang harian. Maka dari itu, setiap paket wisata yang terjual tentunya membutuhkan makanan dan minuman juga selama wisatawan menginap di Desa Wisata Rantih sehingga berdampak terhadap peningkatan perekonomian para pedagang.
Analisis Strategi Pengembangan Desa Wisata Halal Berbasis Kearifan Lokal di Nagari Maek Kecamatan Bukik Barisan Kersy Novia
i-Tourism: Jurnal Pariwisata Syariah Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/i-tourism.v3i1.8659

Abstract

Community empowerment through tourism is by developing the potential of local resources through tourism villages. The development of halal tourism villages in West Sumatra is becoming a trend, Nagari Maek develops existing tourism potential by offering local wisdom from the regional community itself. The purpose of this study is to see how the development strategy for Halal Tourism Villages Based on Local Wisdom in Nagari Maek, Bukik Barisan District. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach conducted with in-depth interviews and direct observation in the field. Based on the results of research conducted by the halal tourism village development strategy based on local wisdom in Nagari Maek, it promotes, seeks and collaborates with investors and cooperates with the government in the procurement of attractions, accessibility, amenity, and anciliary. The form of application of halal tourism villages based on local wisdom is to get the community as the main actors in a tourist attraction by prioritizing sharia values.

Page 1 of 3 | Total Record : 28