Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyebaran hoaks terkait hilangnya story pada akun media sosial Ferry Irwandi, suatu peristiwa yang menimbulkan spekulasi publik dan memicu terbentuknya misinformasi dalam ruang digital. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengevaluasi pola interaksi pengguna, alur pembentukan narasi, serta mekanisme komunikasi digital yang berkontribusi terhadap munculnya persepsi keliru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital dan analisis konten terhadap percakapan publik, yang kemudian diperkuat dengan kajian literatur mutakhir mengenai literasi digital dan etika profesi teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya kemampuan verifikasi informasi, kecenderungan bias kognitif, dan pengaruh echo chamber berperan signifikan dalam mempercepat sirkulasi hoaks. Selain itu, minimnya penerapan prinsip etika profesi TI, terutama terkait integritas, akurasi, dan tanggung jawab, turut memperburuk eskalasi misinformasi. Temuan ini menegaskan urgensi penguatan literasi digital dan internalisasi etika profesi TI sebagai strategi mitigatif dalam mencegah disinformasi di media sosial.
Copyrights © 2025