Latar Belakang: Fatigue merupakan salah satu gejala yang sering terjadi dan paling memberatkan pada pasien penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisa. Terapi farmakologis tidak selalu optimal menangani fatigue, intervensi non-farmakologis mulai banyak diminati karena risiko efek samping farmakoterapi jangka panjang. Aromaterapi lavender menjadi pilihan terapi komplementer karena kandungan senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate yang memiliki efek relaksasi melalui sistem saraf pusat dan menurunkan tingkat kelelahan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan terkait efektivitas pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pencarian dilakukan secara sistematis melalui tiga database elektronik, yaitu Neliti, ScienceDirect, dan Google Scholar. Setelah melalui proses penyaringan dan peninjauan menyeluruh terhadap isi artikel, diperoleh sebanyak 10 artikel yang dinilai memenuhi kriteria dan relevan dengan fokus penelitian. Hasil: Berdasarkan hasil analisis 10 jurnal yang didapatkan yaitu bahwa terdapat efektivitas pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kelelahan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialsis. Kesimpulan: Aromaterapi lavender merupakan intervensi komplementer yang efektif, aman, dan layak diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan berbasis bukti untuk menurunkan kelelahan pasien CKD yang menjalani hemodialisa.
Copyrights © 2025