Kecemasan ujian merupakan kondisi psikologis yang lazim dialami peserta didik pada berbagai tingkat pendidikan dan berpotensi menghambat proses pembelajaran, capaian akademik, serta kesejahteraan emosional anak. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji secara mendalam pengalaman kecemasan siswa sekolah dasar dalam menghadapi ujian semester melalui perspektif teori humanistik, dengan lokasi penelitian di SD Negeri 1 Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan guna menggali makna subjektif, latar sosial-budaya, serta dinamika relasi antara siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan pemahaman komprehensif mengenai faktor-faktor pemicu kecemasan, bentuk manifestasi gejala pada anak, serta implikasi praktis bagi pengembangan intervensi berbasis humanistik di lingkungan sekolah dasar
Copyrights © 2026