Manajemen stok darah sangat bergantung pada perilaku orang yang memberi darah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola cara orang-orang tersebut memberi darah menggunakan algoritma yang disebut Self-Organizing Map (SOM). Data yang digunakan terdiri dari 748 orang dengan fitur utama berdasarkan model RFM, yaitu tingkat kebaruannya, frekuensi, nilai kontribusi, dan waktu. Dengan metode SOM, data yang memiliki banyak dimensi dipetakan ke dalam grid dua dimensi untuk mengelompokkan orang yang memberi darah berdasarkan tingkat kesetiaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan ini dapat membedakan secara visual antara orang yang aktif dan tidak aktif dalam memberi darah, yang membantu pusat transfusi darah dalam mengambil keputusan yang lebih baik untuk menahan orang-orang yang memberi darah.
Copyrights © 2026