Sufisme atau tasawuf merupakan tradisi kebathinan yang dilakukan oleh seorang sufi sejak lama. Tasawuf adalah amalan bathin seorang sufi yang ingin selalu mensucikan dirinya dengan mengadakan hubungan bathin dengan Allah SWT. Dalam ajaran islam tasawuf juga dinamakan thoriqoh. Thoriqoh adalah suatu jalan yang digunakan sebagai wasilah ma’rifat untuk sampai kepada sang pencipta Allah SAW. Namun dari berbagai macam aliran tasawuf jalan thoriqoh yang digunakan oleh seorang sufi antara yang satu dengan yang lainnya tentu tidak sama bahkan ada yang berbeda walaupun pada dasarnya dengan jalan yang berbeda mempunyai tujuan yang sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah SAW sang maha pencipta dan pengatur alam semesta. Dalam artikel ini mengungkapkan bagaimana konsep pemikiran tasawuf Imam Junaid al Baghdadi terhadap tiga konsep pemikiran tasawuf atau tri konsep utama yaitu mistsaq (perjanjian), fana (peleburan), dan tauhid (penyatuan). Tiga konsep inilah yang digunakan oleh Imam Junaid Al Baghdadi sebagai jalan thoriqoh dalam ber ma’rifat kepada Allah SWT.Sufism, or Sufism, is a spiritual tradition practiced by Sufis for a long time. Sufism is the inner practice of a Sufi who seeks to purify himself by establishing an inner connection with Allah SWT. In Islamic teachings, Sufism is also called tariqah (tradition). Tariqah is a path used as a means of gaining knowledge (ma'rifat) to reach the Creator, Allah SWT. However, among the various schools of Sufism, the path of tariqah used by Sufis varies from one to another, and some even differ, although essentially, all different paths have the same goal: to draw closer to Allah SWT as the Supreme Creator. This article explains how Imam Junaid al-Baghdadi's Sufi thought relates to three main concepts of Sufism: mistsaq (covenant), fana (fusion), and tauhid (unification). These three concepts were used by Imam Junaid al-Baghdadi as the path of tariqah in gaining knowledge (ma'rifat) of Allah SWT.
Copyrights © 2025