Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) merupakan gangguan mental yang kompleks. Dalam perspektif Islam dikenal sebagai waswas, yaitu bisikan setan yang mengganggu ketenangan dan ibadah. Dalam konteks keperawatan, OCD dipandang sebagai gangguan neuropsikiatri yang membutuhkan intervensi medis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perbedaan dan persamaan antara pandangan ulama dan perawat jiwa terhadap OCD serta mengeksplorasi pendekatan penanganan yang tepat dan terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, melalui studi literatur dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama memaknai OCD sebagai ujian dari Allah dan bagian dari gangguan spiritual, sementara perawat jiwa mendefinisikannya sebagai gangguan mental dengan gejala obsesi dan kompulsi. Keduanya sepakat bahwa OCD perlu penanganan serius dan terpadu. Pendekatan medis seperti farmakoterapi dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dengan teknik Exposure and Response Prevention (ERP), serta pendekatan spiritual seperti dzikir, doa, dan pembiasaan ibadah, dianggap saling melengkapi dalam proses penyembuhan. Dengan demikian, integrasi antara nilai-nilai keislaman dan etika keperawatan modern diperlukan untuk menciptakan model penanganan OCD yang lebih komprehensif dan berakar pada budaya lokal serta nilai spiritual.Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) is a complex mental disorder. In the Islamic perspective, it is known as waswas, which is a demonic whisper that disturbs peace and worship. In the context of nursing, OCD is seen as a neuropsychiatric disorder that requires medical and psychological interventions. This study aims to explore the differences and similarities between the views of ulama and psychiatric nurses towards OCD and explore appropriate and integrated treatment approaches. The method used was a qualitative approach with a descriptive-analytical design, through literature study and interviews. The results showed that ulama interpret OCD as a test from Allah and part of a spiritual disorder, while psychiatric nurses define it as a mental disorder with symptoms of obsessions and compulsions. Both agree that OCD needs serious and integrated treatment. Medical approaches such as pharmacotherapy and Cognitive Behavioral Therapy (CBT) with the Exposure and Response Prevention (ERP) technique, as well as spiritual approaches such as dhikr, prayer, and worship habits, are considered complementary in the healing process. Thus, the integration of Islamic values and modern nursing ethics is needed to create a more comprehensive OCD treatment model that is rooted in local culture and spiritual values.
Copyrights © 2025