Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Noken Papua dalam kajian etnobotani sebagai sumber pembelajaran dalam materi biologi. Noken, tas tradisional khas Papua yang terbuat dari serat pohon melinjo (Gnetum gnemon). Meskipun Noken memiliki nilai budaya dan ekologis yang besar, pemanfaatannya dalam pendidikan, khususnya dalam pembelajaran biologi, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Noken sebagai sumber belajar dalam pembelajaran biologi, khususnya dalam kajian etnobotani. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana Noken dapat diintegrasikan dalam kurikulum biologi untuk mengajarkan konsep-konsep seperti keanekaragaman hayati, ekologi, dan keberlanjutan. Hasil wawancara dengan guru biologi dan masyarakat adat menunjukkan bahwa meskipun Noken belum dimanfaatkan secara luas dalam pendidikan formal, terdapat potensi besar untuk menggunakannya sebagai alat bantu pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan tradisional dengan sains. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Noken dalam pembelajaran biologi dapat memperkaya kurikulum, memperkenalkan siswa pada kearifan lokal, dan mendorong kesadaran terhadap pelestarian budaya dan lingkungan. Dengan demikian, Noken tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang mendalam dan relevan untuk generasi muda Papua.
Copyrights © 2025