Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pengalaman digital Generasi Z terhadap merek dalam konteks pembangunan e-marketing di Kota Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam dan observasi digital, penelitian ini menemukan bahwa pengalaman digital Generasi Z tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga sosial dan emosional. Proses tersebut meliputi empat tahapan reflektif, yaitu kesadaran, eksplorasi, evaluasi, dan pembentukan makna yang berlangsung secara dinamis. Hasil penelitian menegaskan pentingnya autentisitas, interaksi dua arah, dan nilai emosional dalam membangun loyalitas merek. Temuan ini memperkaya teori emotional branding dan co-creation of value, serta menegaskan bahwa strategi e-marketing efektif harus berpusat pada pengalaman emosional pengguna.
Copyrights © 2026