Penelitian ini membahas perancangan sistem kewirausahaan di pondok pesantren dengan mengadopsi model Tetrapreneur, khususnya konsep Santritetrapreneur. Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki peran penting tidak hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan jumlah lebih dari 28.000 pesantren di seluruh Indonesia, institusi ini memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi melalui integrasi pendidikan kewirausahaan dalam kurikulumnya. Model Santritetrapreneur memperkenalkan empat komponen utama: Chainpreneur, Marketpreneur, Qualitypreneur, dan Brandpreneur, yang masing-masing berfokus pada pengembangan keterampilan yang berbeda namun saling melengkapi untuk membentuk wirausahawan yang tangguh. Penelitian ini mengemukakan bahwa pengintegrasian keterampilan kewirausahaan dengan pendidikan agama dapat membekali santri dengan pengetahuan dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi wirausahawan yang sukses dan beretika. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan di dalam pesantren, yang tidak hanya menghasilkan kemandirian finansial bagi lembaga tersebut, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Perancangan sistem kewirausahaan konseptual ini bertujuan untuk memberdayakan pesantren agar dapat menjadi aktor utama dalam pengembangan spiritual dan ekonomi komunitas mereka.
Copyrights © 2025