Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Konsep Global Santri Tetrapreneur sebagai Sistem Kewirausahaan di Pondok Pesantren dengan Mengadopsi Model Tetrapreneur Hidayat, Syamsul; P.L. Rika Fatimah
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 11 No. 06 (2025): JIEI : Vol. 11, No. 06, 2025
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v11i06.18429

Abstract

Penelitian ini membahas perancangan sistem kewirausahaan di pondok pesantren dengan mengadopsi model Tetrapreneur, khususnya konsep Santritetrapreneur. Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki peran penting tidak hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan jumlah lebih dari 28.000 pesantren di seluruh Indonesia, institusi ini memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi melalui integrasi pendidikan kewirausahaan dalam kurikulumnya. Model Santritetrapreneur memperkenalkan empat komponen utama: Chainpreneur, Marketpreneur, Qualitypreneur, dan Brandpreneur, yang masing-masing berfokus pada pengembangan keterampilan yang berbeda namun saling melengkapi untuk membentuk wirausahawan yang tangguh. Penelitian ini mengemukakan bahwa pengintegrasian keterampilan kewirausahaan dengan pendidikan agama dapat membekali santri dengan pengetahuan dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi wirausahawan yang sukses dan beretika. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan di dalam pesantren, yang tidak hanya menghasilkan kemandirian finansial bagi lembaga tersebut, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Perancangan sistem kewirausahaan konseptual ini bertujuan untuk memberdayakan pesantren agar dapat menjadi aktor utama dalam pengembangan spiritual dan ekonomi komunitas mereka.
Job Design and Collaborative Human Resource Management from a Tetrapreneur Perspective: BPJPH's Strategy for Addressing Halal Certification Challenges Isnaeni Gelda Prasetianti; P.L. Rika Fatimah
Halal Research Vol 6 No 1 (2026): February
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j22759970.v6i1.9058

Abstract

Halal certification in Indonesia plays a strategic role in protecting Muslim consumers and enhancing the competitiveness of the national halal industry. The Halal Product Assurance Agency (BPJPH) administers the certification system; however, its implementation faces challenges related to limited human resources, suboptimal job design, and fragmented inter-institutional coordination. This study analyzes how integrating job design strategies with the Tetrapreneur model can strengthen halal certification governance in BPJPH. This research employs a qualitative approach using framework analysis of policy documents, BPJPH organizational structure, and relevant academic literature. The findings indicate that aligning job design strategies with the Tetrapreneur dimensions can improve institutional coordination, strengthen quality assurance mechanisms, and support the development of a more integrated halal ecosystem. This study contributes to the literature on halal governance and public sector management by proposing an integrative conceptual framework that links human resource management with entrepreneurial governance to enhance the capacity of halal regulatory institutions.