Studi ini menyelidiki dampak pelatihan ekonomi kreatif terpadu, pemberdayaan pemasaran digital, dan intervensi kesadaran kesehatan mental terhadap inklusi sosial ekonomi pedesaan dan kesiapan digital. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran partisipatif yang melibatkan 85 partisipan komunitas, termasuk kelompok rentan dan pelaku UMKM. Penilaian Pedesaan Partisipatif dan Penelitian Aksi Partisipatif memandu implementasi program, sementara survei pra-pasca dan evaluasi kualitatif mengukur perubahan dalam keterampilan vokasional, literasi digital, dan kesadaran kesehatan mental. Hasilnya menunjukkan peningkatan sebesar 47% dalam keterampilan ekonomi kreatif peserta, dengan produksi batik dan tie-dye menunjukkan potensi yang kuat untuk menghasilkan pendapatan. Kapasitas pemasaran digital meningkat secara substansial, dengan partisipan UMKM melaporkan peningkatan visibilitas produk daring sebesar 52% dan peningkatan keterlibatan pelanggan sebesar 38% di seluruh platform media sosial. Intervensi edukasi kesehatan mental menghasilkan peningkatan literasi kesehatan mental sebesar 43% dan penurunan stigma yang signifikan, sebagaimana tercermin dalam skor evaluasi pra-pasca. Dampak di tingkat komunitas meliputi penguatan kohesi sosial, peningkatan kolaborasi pemangku kepentingan, dan peningkatan kapasitas penceritaan digital dalam upaya pencitraan desa. Temuan-temuan ini menyoroti efek sinergis dari strategi pemberdayaan terpadu dalam mendukung pembangunan pedesaan yang inklusif. Studi ini berkontribusi pada pengetahuan terkini dengan menunjukkan bagaimana transformasi digital, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan pendidikan kesehatan mental secara bersama-sama memajukan ketahanan sosial-ekonomi dan inklusi masyarakat. Implikasinya menggarisbawahi pentingnya kerangka kerja pemberdayaan multidimensi dan perlunya penelitian lebih lanjut tentang keberlanjutan jangka panjang melalui integrasi kelembagaan.
Copyrights © 2026