Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Pedesaan Terpadu melalui Pemanfaatan Limbah Pertanian: Pendekatan Mesin Penghancur Multifungsi di Indonesia Safarudin Hisyam Tualeka; Mindarta, Erwin; Langgeng Setyono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3932

Abstract

Komunitas petani pedesaan di Indonesia menghadapi tantangan berkelanjutan dalam pengelolaan limbah pertanian dan penyediaan pakan ternak, yang seringkali menyebabkan degradasi lingkungan dan kerentanan ekonomi. Studi ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani dengan mengintegrasikan teknologi pencacahan limbah multifungsi dengan pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital. Metodologi partisipatif berbasis masyarakat diterapkan melalui lima tahap: sosialisasi program, pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan, dan perencanaan keberlanjutan. Mesin pencacah mencapai kapasitas pemrosesan 80–100 kg per jam, sementara fermentasi memperpanjang umur simpan pakan hingga tiga minggu dan meningkatkan daya cerna, mengurangi biaya pakan, dan meningkatkan kesehatan ternak. Pelatihan manajerial meningkatkan literasi keuangan, memungkinkan petani untuk menerapkan pembukuan, perhitungan biaya, dan perangkat perencanaan strategis seperti Kanvas Model Bisnis. Intervensi pemasaran memperkenalkan branding, kemasan, dan promosi digital, yang memperluas saluran distribusi dan meningkatkan penjualan produk. Pendampingan memperkuat kapasitas kewirausahaan, memperkuat jaringan sosial, dan mendorong adopsi inovasi. Luaran pendukung meliputi perlindungan hak kekayaan intelektual untuk inovasi berbasis mesin pencacah, penyusunan publikasi akademis, dan diseminasi audiovisual untuk dampak yang lebih luas. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi teknologi, manajerial, dan pemasaran yang terintegrasi mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan ketahanan pedesaan. Studi ini berkontribusi pada literatur tentang valorisasi limbah pertanian dan pemberdayaan pedesaan dengan menyajikan model multidisiplin yang dapat direplikasi dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Studi mendatang sebaiknya mengkaji aplikasi yang dapat diskalakan di berbagai konteks dan menyelidiki teknologi bioproses canggih untuk meningkatkan keberlanjutan.
Ekonomi Kreatif Terpadu dan Pemberdayaan Digital untuk Pembangunan Pedesaan yang Inklusif Safarudin Hisyam Tualeka
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3669

Abstract

Studi ini menyelidiki dampak pelatihan ekonomi kreatif terpadu, pemberdayaan pemasaran digital, dan intervensi kesadaran kesehatan mental terhadap inklusi sosial ekonomi pedesaan dan kesiapan digital. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran partisipatif yang melibatkan 85 partisipan komunitas, termasuk kelompok rentan dan pelaku UMKM. Penilaian Pedesaan Partisipatif dan Penelitian Aksi Partisipatif memandu implementasi program, sementara survei pra-pasca dan evaluasi kualitatif mengukur perubahan dalam keterampilan vokasional, literasi digital, dan kesadaran kesehatan mental. Hasilnya menunjukkan peningkatan sebesar 47% dalam keterampilan ekonomi kreatif peserta, dengan produksi batik dan tie-dye menunjukkan potensi yang kuat untuk menghasilkan pendapatan. Kapasitas pemasaran digital meningkat secara substansial, dengan partisipan UMKM melaporkan peningkatan visibilitas produk daring sebesar 52% dan peningkatan keterlibatan pelanggan sebesar 38% di seluruh platform media sosial. Intervensi edukasi kesehatan mental menghasilkan peningkatan literasi kesehatan mental sebesar 43% dan penurunan stigma yang signifikan, sebagaimana tercermin dalam skor evaluasi pra-pasca. Dampak di tingkat komunitas meliputi penguatan kohesi sosial, peningkatan kolaborasi pemangku kepentingan, dan peningkatan kapasitas penceritaan digital dalam upaya pencitraan desa. Temuan-temuan ini menyoroti efek sinergis dari strategi pemberdayaan terpadu dalam mendukung pembangunan pedesaan yang inklusif. Studi ini berkontribusi pada pengetahuan terkini dengan menunjukkan bagaimana transformasi digital, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan pendidikan kesehatan mental secara bersama-sama memajukan ketahanan sosial-ekonomi dan inklusi masyarakat. Implikasinya menggarisbawahi pentingnya kerangka kerja pemberdayaan multidimensi dan perlunya penelitian lebih lanjut tentang keberlanjutan jangka panjang melalui integrasi kelembagaan.