Penelitian dan penciptaan karya ini membahas penulisan skenario film TRAH dengan menggunakan teknik struktur tiga babak sebagai kerangka dramatik dalam membangun perspektif pada tokoh utama yang berfungsi sebagai unreliable narrator. Struktur tiga babak dipilih karena mampu menyusun perjalanan emosional tokoh secara progresif, mulai dari tahap pengenalan (setup), konfrontasi (confrontation), hingga penyelesaian (resolution). Sementara itu, penerapan teknik unreliable narrator dimanfaatkan untuk membatasi sudut pandang penonton hanya pada persepsi tokoh utama, Laras, sehingga realitas yang ditampilkan menjadi subjektif, ambigu, dan menyesatkan. Film TRAH mengisahkan Laras Saraspati, seorang mahasiswi yang pulang kampung setelah lulus, namun tanpa disadari terjebak dalam ritual pesugihan keluarga yang menargetkannya sebagai inang roh jahat. Sepanjang cerita, penonton hanya mengetahui peristiwa dari perspektif Laras, yang ternyata tidak sepenuhnya dapat dipercaya. Teknik ini menghasilkan efek dramatik berupa kejutan (twist), suspense, dan keterlibatan emosional yang lebih kuat ketika kebenaran terungkap pada klimaks cerita. Metode penciptaan dilakukan melalui tahap pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi, dengan landasan teori dari Robert McKee, Wayne C. Booth, David Bordwell, dan Himawan Pratista. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur tiga babak dan teknik unreliable narrator dapat saling melengkapi, sehingga bukan hanya memperkuat ketegangan naratif dalam genre horor psikologis, tetapi juga membangun pengalaman menonton yang reflektif dan menggugah. Dengan demikian, karya ini membuktikan bahwa penggabungan dua pendekatan naratif tersebut efektif dalam memperdalam makna tematik, memperkuat suspense, dan menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih kompleks.
Copyrights © 2025