UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari separuh PDB nasional dan menyerap sebagian besar tenaga kerja. Namun, banyak UMKM di daerah masih beroperasi pada rantai nilai rendah yang ditandai oleh keterbatasan inovasi, minimnya pengelolaan usaha, dan rendahnya literasi digital. Permasalahan serupa ditemukan pada kelompok UMKM penjual ayam potong di Desa Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi, yang hanya menjual ayam dalam bentuk mentah tanpa diversifikasi produk dan belum menerapkan manajemen usaha yang memadai. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk mengidentifikasi kebutuhan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta merumuskan tindakan perbaikan berbasis partisipasi. Kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, pelatihan sanitasi dan good handling practices, penguatan manajemen keuangan dasar, serta pengenalan potensi diversifikasi produk unggas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku usaha berada dalam kondisi low-value chain trap, namun pendekatan PAR mampu memfasilitasi transformative learning melalui refleksi kritis, peningkatan kesadaran usaha, dan penyusunan rencana aksi sederhana seperti pencatatan keuangan, peningkatan sanitasi, dan uji coba produk olahan. Program ini menegaskan bahwa intervensi partisipatif dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat UMKM lokal secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing ekonomi masyarakat.
Copyrights © 2026