Kemampuan menulis akademik merupakan keterampilan fundamental yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa sebagai landasan dalam menghasilkan karya ilmiah, baik berupa makalah, laporan penelitian, esai analitis, maupun artikel akademik. Pada konteks pembelajaran di perguruan tinggi, kemampuan menulis tidak hanya menuntut ketepatan penyampaian gagasan, tetapi juga kedisiplinan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah. Hasil studi pendahuluan di STKIP PGRI Bangkalan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa baru masih mengalami kesulitan dalam menghasilkan tulisan akademik yang memenuhi standar kebahasaan. Permasalahan yang paling dominan ditemukan meliputi kesalahan ejaan, pilihan diksi yang kurang tepat, struktur kalimat yang tidak efektif, penalaran paragraf yang kurang runtut, serta inkonsistensi dalam penerapan format penulisan ilmiah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi pedagogis melalui pelatihan yang sistematis dan berbasis praktik langsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai program pelatihan intensif yang berfokus pada analisis kesalahan berbahasa dalam penulisan akademik sebagai strategi peningkatan kualitas menulis mahasiswa baru. Pelatihan dilaksanakan melalui pemberian materi teoretis mengenai jenis dan klasifikasi kesalahan berbahasa, dilanjutkan dengan kegiatan praktik analisis terhadap teks akademik karya mahasiswa dan pendampingan revisi berbasis umpan balik. Proses evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest keterampilan menulis untuk melihat perkembangan kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Bangkalan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan berbahasa yang tercermin dari peningkatan rata–rata skor kemampuan menulis sebesar 32%. Selain peningkatan kemampuan teknis, peserta juga menunjukkan perubahan sikap akademik berupa meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya ketepatan berbahasa dalam penulisan ilmiah dan pemahaman bahwa proses menulis merupakan aktivitas reflektif yang membutuhkan analisis berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan analisis kesalahan berbahasa efektif sebagai strategi penguatan literasi akademik dan layak untuk diterapkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pembinaan mahasiswa baru di perguruan tinggi, khususnya dalam konteks pengembangan kemampuan menulis ilmiah.
Copyrights © 2026