Latar Belakang: Baby Blues Syndrome merupakan gangguan emosional ringan yang sering terjadi pada ibu post partum dan berpotensi berkembang menjadi depresi pascapersalinan apabila tidak ditangani secara adekuat. Salah satu faktor yang berperan penting dalam mencegah terjadinya Baby Blues Syndrome adalah dukungan sosial dari suami dan keluarga.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kejadian Baby Blues Syndrome pada ibu post partum di wilayah kerja Klinik Pratama Matahari Tanjung Morawa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 ibu post partum yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,6% ibu post partum mengalami Baby Blues Syndrome. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kejadian Baby Blues Syndrome (p = 0,018).Kesimpulan: Dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Baby Blues Syndrome pada ibu post partum. Peningkatan dukungan sosial dari suami dan keluarga sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan gangguan psikologis pascapersalinan.
Copyrights © 2024