Stunting pada balita dimulai sejak bayi masih dalam rahim ibu, dan gejalanya akan muncul setelah bayi berusia 24 bulan. Jika terjadi pada periode golden age, stunting dapat berdampak serius. Untuk mencegah stunting pada anak, edukasi kesehatan tentang stunting dan demonstrasi makanan bergizi diperlukan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan camilan yang sehat dan kaya nutrisi. Salah satu makanan yang bergizi tinggi ini adalah tempe, yang merupakan sumber protein nabati lokal dan memiliki potensi yang besar untuk diolah menjadi makanan yang disukai anak-anak. Di Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memulai program kerja dengan memberikan pelatihan pembuatan Puding Tempe, yang merupakan camilan sehat yang berasal dari bahan pangan lokal. Program ini melibatkan sosialisasi gizi, demonstrasi pembuatan Puding Tempe, dan pendampingan warga dalam proses pengolahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga lebih memahami manfaat tempe untuk mencegah stunting, belajar membuat puding dari tempe, dan memiliki rencana untuk membuat sendiri. Diharapkan inovasi ini akan menjadi langkah berkelanjutan dalam mencegah stunting dan membantu keluarga menjadi lebih sejahtera.
Copyrights © 2026