Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan metode Yanbu’a di Pondok Pesantren Kanak-Kanak Darul Ishlah Purwajaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, serta mengkaji upaya peningkatan pemahaman Al-Qur’an pada santri usia dini di lembaga tersebut. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci serta membentuk dasar keagamaan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan utama meliputi kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai praktik kepemimpinan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi manajerial yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Selain itu, kepala sekolah juga berperan sebagai motivator, inovator, dan pengambil kebijakan yang berorientasi pada terciptanya lingkungan belajar yang kondusif serta peningkatan profesionalisme guru. Dalam konteks pendidikan Islam, kepala sekolah menerapkan nilai-nilai kepemimpinan Islami seperti amanah, adil, musyawarah, dan keteladanan dalam setiap kebijakan dan tindakan. Kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh sarana prasarana dan kurikulum, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan perlu diiringi dengan penguatan kapasitas kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan prinsip manajemen pendidikan yang efektif.
Copyrights © 2026