Penelitian ini mengeksplorasi jenis-jenis kekerasan yang terdapat dalam novel Sharp Objects oleh Gillian Flynn dan Laut Bercerita oleh Leila S. Chudori dengan memanfaatkan teori kekerasan yang dikemukakan oleh Johan Galtung, yang mencakup kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Metode kualitatif diambil untuk mengenali, mengelompokan dan menganalisis berbagai bentuk kekerasan yang dialami oleh karakter melalui analisis mendalam dan pencatatan teks. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Laut Bercerita menampilkan kekerasan langsung berupa penyiksaan fisik, penangkapan ilegal, penghilangan paksa, serta teror psikologis yang dilakukan secara sistematis oleh negara terhadap aktivis. Kekerasan struktural hadir melalui kebijakan represif, penggunaan ruang-ruang penyiksaan, dan intimidasi terhadap keluarga korban. Kekerasan kultural muncul melalui ideologi anti-aktivis dan dehumanisasi yang melegitimasi tindakan represif negara. Sementara itu, Sharp Objects menggambarkan kekerasan dalam lingkup domestik, termasuk kekerasan fisik, emosional, dan psikologis yang dilakukan oleh anggota keluarga melalui pola relasi yang toksik. Kekerasan struktural tercermin dari kegagalan institusi sosial dalam melindungi korban, serta budaya patriarki dan kelas sosial yang menjaga posisi berkuasa keluarga Crellin. Kekerasan kultural diwujudkan melalui norma kota kecil Wind Gap yang menormalisasi misogini, kompetisi antarsesama perempuan, serta tuntutan peran gender yang kaku. Perbandingan kedua novel menunjukkan bahwa meskipun muncul dalam konteks sosial yang berbeda, kekerasan meninggalkan dampak psikologis jangka panjang dan menghadirkan kritik terhadap struktur kekuasaan yang menopang praktik kekerasan. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam mengungkap realitas kekerasan dan menghadirkan suara bagi para korban.
Copyrights © 2026