Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KOHESI LEKSIKAL ANTONIM DAN REPETISI DALAM NOVEL MELODIES KARYA TEMILLASARI DWENTI Otoluwa, Yulinda; Oki, Niranda; Mamu, Apriliani S.; Zain, Indah; Ntelu, Asna
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 5, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v5i2.29389

Abstract

Kohesi leksikal antonim adalah salah satu jenis hubungan kata dalam suatu teks yang terjadi karena adanya penggunaan kata-kata yang berlawanan makna (antonim). Kohesi leksikal repetisi adalah salah satu jenis hubungan kata dalam suatu teks yang terjadi karena pengulangan kata yang sama. Salah satu jenis wacana yang terdapat yang didalamnya terdapat penggunaan kohesi leksikal antonim dan repetisi adalah novel Melodies karya Temillasari Dwenti. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kohesi leksikal antonim dan repetisi dalam novel Melodies karya Temillasari Dwenti. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Melodies karya Temillasari dwenti, sedangkan data adalah berupa penggalan wacana yang terdapat dalam nove Melodies karya Temillasari Dwenti. Teknik pengumpulan data yaitu teknik catat dan simak. Hasil penelitian ini adalah terdapat 15 data kohesi leksikal antonim dalam bentuk kata dan 15 data kohesi leksikal repetisi dalam bentuk kata.
Bimbingan Teknis Pemanfaatan Media Digital Di SMPN 2 Kabila Otoluwa, Yulinda; Nggilu, Nurain; Husain, Wanda; Parebbo, Mardita Dg.; Mahmud, Aisa; Kueno, Nur Fadila; Didipu, Herman
Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Juli | COMMUNITY - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/daazch34

Abstract

This community service program aims to improve teachers' digital literacy and pedagogical competence using interactive digital media, namely Blooket, Nearpod, and Educaplay at SMP Negeri 2 Kabila. The main problem identified was teachers' low understanding of how to optimally integrate digital platforms into the learning process. To address this challenge, intensive training was conducted in three stages: planning, implementation, and evaluation. The training focused on feature introduction, hands-on practice, and the application of digital media in learning designs. The quantitative evaluation results showed an average increase in teacher competence of 65% after participating in the training, with the Nearpod platform achieving the highest understanding score of 69%, followed by Blooket and Educaplay each at 60%. The qualitative evaluation also showed an increase in teacher enthusiasm, active participation, and confidence in using digital technology. In conclusion, structured and applicable training has proven effective in encouraging learning transformation in the digital era, while increasing teacher readiness to integrate technology sustainably in the classroom.
Kekerasan dalam Novel Sharp Objects Karya Gillian Flynn dan Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori : Penelitian Kadir, Herson; Oki, Niranda; Noho, Destilawati; Fadila Kueno, Nur; Otoluwa, Yulinda; Nuraulia Mokodongan, Inayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4630

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi jenis-jenis kekerasan yang terdapat dalam novel Sharp Objects oleh Gillian Flynn dan Laut Bercerita oleh Leila S. Chudori dengan memanfaatkan teori kekerasan yang dikemukakan oleh Johan Galtung, yang mencakup kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Metode kualitatif diambil untuk mengenali, mengelompokan dan menganalisis berbagai bentuk kekerasan yang dialami oleh karakter melalui analisis mendalam dan pencatatan teks. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Laut Bercerita menampilkan kekerasan langsung berupa penyiksaan fisik, penangkapan ilegal, penghilangan paksa, serta teror psikologis yang dilakukan secara sistematis oleh negara terhadap aktivis. Kekerasan struktural hadir melalui kebijakan represif, penggunaan ruang-ruang penyiksaan, dan intimidasi terhadap keluarga korban. Kekerasan kultural muncul melalui ideologi anti-aktivis dan dehumanisasi yang melegitimasi tindakan represif negara. Sementara itu, Sharp Objects menggambarkan kekerasan dalam lingkup domestik, termasuk kekerasan fisik, emosional, dan psikologis yang dilakukan oleh anggota keluarga melalui pola relasi yang toksik. Kekerasan struktural tercermin dari kegagalan institusi sosial dalam melindungi korban, serta budaya patriarki dan kelas sosial yang menjaga posisi berkuasa keluarga Crellin. Kekerasan kultural diwujudkan melalui norma kota kecil Wind Gap yang menormalisasi misogini, kompetisi antarsesama perempuan, serta tuntutan peran gender yang kaku. Perbandingan kedua novel menunjukkan bahwa meskipun muncul dalam konteks sosial yang berbeda, kekerasan meninggalkan dampak psikologis jangka panjang dan menghadirkan kritik terhadap struktur kekuasaan yang menopang praktik kekerasan. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam mengungkap realitas kekerasan dan menghadirkan suara bagi para korban.