Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan transformasional pimpinan pondok pesantren modern yang beroperasi dalam struktur yayasan pesantren tradisional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap tiga informan kunci (kyai yayasan sebagai atasan, guru sebagai bawahan, dan kepala MTs tradisional sebagai rekan sejajar), kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz H mempraktikkan keteladanan ganda spiritual–profesional (idealized influence), mengartikulasikan visi bermakna religius melalui reframing dan komunikasi simbolis (inspirational motivation), mendorong inovasi berbasis rasionalitas efisiensi serta menciptakan iklim aman untuk eksperimen dan advokasi ide baru (intellectual stimulation), serta mengembangkan SDM melalui pendekatan Murabbi, mentoring, dan penempatan tugas berbasis kekuatan individu (individualized consideration). Temuan utama mengidentifikasi translation work sebagai mekanisme kunci efektivitas kepemimpinan, yaitu kemampuan menerjemahkan praktik manajerial modern ke dalam bahasa nilai tradisional sehingga perubahan dipahami sebagai sarana memperkuat tujuan spiritual dan menjaga legitimasi di hadapan struktur organisasi yang konservatif.
Copyrights © 2026