Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode Project-Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa melalui pendekatan studi literatur. Kemampuan berbicara merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris, namun sering kali menjadi aspek yang paling menantang bagi siswa karena membutuhkan penguasaan kosakata, struktur bahasa, dan keberanian untuk mengekspresikan gagasan secara lisan. Metode PBL menekankan keterlibatan aktif siswa dalam proyek yang bermakna, autentik, dan relevan dengan kehidupan nyata, sehingga siswa terdorong untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan menyampaikan ide secara lisan. Penelitian ini menggunakan tahapan sistematis, mulai dari penentuan fokus kajian, penelusuran literatur melalui basis data daring dan jurnal bereputasi, seleksi literatur berdasarkan relevansi dan kualitas, analisis deskriptif-kualitatif, hingga sintesis temuan lintas penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa PBL secara konsisten meningkatkan kemampuan berbicara siswa dari berbagai jenjang pendidikan. PBL berkontribusi pada peningkatan partisipasi aktif, kepercayaan diri, kelancaran berbicara, keterampilan monolog, dan kemampuan komunikasi kontekstual. Integrasi teknologi, seperti augmented reality dan kecerdasan buatan, semakin memperkuat efektivitas PBL dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Selain itu, PBL memungkinkan penerapan bahasa Inggris dalam konteks kebutuhan nyata, seperti promosi kesehatan, ekowisata, dan perhotelan. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL merupakan pendekatan yang efektif, holistik, dan relevan untuk pengembangan kemampuan berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan dasar konseptual dan rekomendasi praktis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran berbicara yang lebih aktif, kolaboratif, dan autentik
Copyrights © 2026