Indonesia dan Persatuan Masyarakat Indonesia (PERMAI) di Penang, Malaysia, dengan tujuan meningkatkan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menerapkan praktik ramah lingkungan melalui pendekatan rantai pasok hijau. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM diaspora Indonesia di Penang antara lain ketergantungan terhadap bahan baku impor, penggunaan kemasan yang tidak ramah lingkungan, dan rendahnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam operasional bisnis. Melalui kegiatan pelatihan, lokakarya, dan diskusi kelompok terfokus (FGD), peserta memperoleh pemahaman tentang konsep rantai pasok hijau dan praktik berkelanjutan yang dapat diterapkan secara sederhana namun berdampak signifikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, penyusunan rencana aksi hijau oleh masing-masing pelaku UMKM, dan terbentuknya jaringan kolaborasi PERMAI Greenpreneur sebagai wadah sinergi ekonomi hijau antar pelaku usaha. Penerapan prinsip reduce, reuse, and recycle (3R), efisiensi energi, dan penggunaan kemasan ramah lingkungan berkontribusi langsung pada efisiensi biaya operasional sebesar 10–15% dan membuka peluang pasar baru yang berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi rantai pasok hijau di sektor UMKM berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, bahkan di komunitas diaspora.
Copyrights © 2026