Keberagaman agama di Indonesia menuntut pendidikan tinggi untuk berperan aktif dalam menanamkan nilai toleransi melalui pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendidikan agama dalam membentuk sikap toleransi mahasiswa terhadap kerukunan antar umat beragama. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa serta proses pembelajaran pendidikan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama efektif membentuk sikap toleran jika diterapkan dengan pendekatan dialogis, kontekstual, dan reflektif. Mahasiswa cenderung menghormati perbedaan, mampu bekerja sama lintas agama, dan sadar pentingnya hidup damai. Namun, efektivitas ini sangat bergantung pada metode pembelajaran. Pendidikan agama yang dogmatis dan kognitif semata cenderung kurang berhasil membangun toleransi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kurikulum berbasis moderasi beragama dan dialog antariman untuk mendukung kerukunan berkelanjutan di lingkungan kampus.
Copyrights © 2025