Penelitian ini menganalisis secara mendalam teknik lobi dan negosiasi yang dilakukan oleh TikTok dalam merespons kebijakan pemerintah Indonesia yang menghentikan sementara operasional TikTok Shop. Melalui pendekatan kualitatif dan menggunakan kerangka teori Best Alternative to a Negotiated Agreement (BATNA) dan Zone of Possible Agreement (ZOPA), penelitian ini mengeksplorasi dinamika hubungan antara TikTok, pemerintah Indonesia, dan Tokopedia sebagai mitra strategis. Keputusan pemerintah untuk menutup TikTok Shop dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap ketidakseimbangan persaingan usaha serta perlindungan UMKM lokal. Dalam menghadapi situasi ini, TikTok menerapkan strategi lobi yang adaptif dengan menjalin komunikasi intensif dengan pemangku kebijakan serta mencari alternatif solusi bisnis. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah membentuk aliansi dengan Tokopedia, bagian dari ekosistem GoTo, yang telah memiliki izin operasional e-commerce di Indonesia. Selain itu, TikTok juga memanfaatkan kekuatan opini publik dan pengaruh digitalnya untuk membangun tekanan tidak langsung terhadap kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan negosiasi yang cermat dan kolaboratif, TikTok berhasil mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan, memungkinkan TikTok Shop kembali beroperasi secara legal di Indonesia melalui kemitraan yang menguntungkan dengan Tokopedia.
Copyrights © 2025