Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu terapi non farmakologi yang diberikan untuk mengatasi dampak dari pneumonia pada anak yaitu dengan latihan Pursed Lips Breathing tiup kincir. Intervensi ini dapat membantu mengatasi pola napas dengan cara meningkatkan pengembangan alveolus pada setiap lobus paru sehingga dapat menginduksi pola napas menjadi normal dan anak menjadi lebih relaks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pursed lips breathing tiup kincir terhadap respiratory rate dan saturasi oksigen pada anak dengan pneumonia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pendekatan pretest and post test with control group design. Penelitian dilakukan di RST Reksodiwiryo Padang pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2025. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak yang berobat ke RST Reksodiwiryo Padang dengan jumlah sampel yaitu 30 responden. Pada desain ini terdapat dua kelompok, yaitu kelompok intervensi diberikan pursed lips breathing tiup kincir dan kelompok kontrol diberikan intervensi standar. Penelitian dilakukan di RST Reksodiwiryo Padang dengan jumlah responden 15 pada kelompok intervensi dan 15 pada kelompok kontrol. Analisis data menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa terdapat pengaruh intervensi pursed lips breathing terhadap respiratory rate pada anak dengan pneumonia (p <0,001) dan terdapat pengaruh intervensi pursed lips breathing terhadap saturasi oksigen pada anak dengan pneumonia (p < 0,001). Penerapan teknik pursed lips breathing dengan media tiup kincir secara signifikan mampu menurunkan respiratory rate dan meningkatkan saturasi oksigen pada anak yang mengalami pneumonia.
Copyrights © 2025