Penyembuhan luka bakar dapat berlangsung optimal apabila senyawa aktif mampu berpenetrasi dengan baik ke dalam mukosa. Salah satu faktor yang memengaruhi penetrasi adalah ukuran partikel obat. Penerapan teknologi nano di bidang farmasi memiliki berbagai keunggulan, seperti meningkatkan kelarutan senyawa, meningkatkan absorpsi, serta memungkinkan penggunaan dosis yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nanoekstrak daun kipait (Tithonia diversifolia (Hemls) A. Gray) dan memformulasikannya ke dalam sediaan gel sebagai agen anti luka bakar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi daun kipait dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak kental diuji parameter spesifik meliputi uji organoleptik, identifikasi senyawa metabolit sekunder, penetapan kadar fenol total, serta analisis GC-MS. Parameter nonspesifik yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, dan susut pengeringan. Pembuatan nanopartikel dilakukan dengan metode gelasi ionik menggunakan kitosan dan NaTPP. Nanoekstrak diformulasikan dengan variasi perbandingan kitosan 0,3% dan NaTPP 0,1% pada tiga formula (F1, F2, dan F3). Karakteristik nanoekstrak meliputi ukuran partikel, zeta potensial, indeks polidispersitas (PDI), dan morfologi menggunakan SEM. Selanjutnya, nanoekstrak diformulasikan dalam sediaan gel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kipait mengandung flavonoid, fenol, saponin, alkaloid, serta steroid/terpenoid dengan kadar fenol total 69,6 mg/g GAE. Formula terbaik (F3) menghasilkan ukuran partikel 300 nm, zeta potensial 35,0, PDI 0,489, dan morfologi bulat beraturan. Sediaan gel nanoekstrak pada konsentrasi 0,69% dan 1,38% memenuhi persyaratan mutu fisik gel. Disimpulkan bahwa sediaan gel nanoekstrak daun kipait memiliki kualitas yang baik sebagai sediaan anti luka bakar.
Copyrights © 2025