Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi dan kinerja tim di perusahaan manufaktur, dengan menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 50 anggota tim kerja di sektor logam, elektronik, dan otomotif di kawasan industri Purwakarta dan Karawang. Hasil pengujian model struktural mengungkap temuan utama bahwa Gaya Kepemimpinan Transaksional (GKTS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Tim (koefisien jalur = 0,575; p < 0,05) dan Kinerja Tim (koefisien jalur = 0,628; p < 0,001). Sebaliknya, Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Dukungan Pemimpin tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Analisis mediasi mengindikasikan bahwa Motivasi Tim berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara GKTS dan Kinerja Tim. Temuan ini menyimpulkan bahwa dalam konteks lingkungan manufaktur Indonesia yang berorientasi target dan bertekanan tinggi, pendekatan kepemimpinan transaksional—yang menekankan kejelasan tujuan, umpan balik, dan sistem reward kontingen—merupakan gaya yang paling efektif untuk mendorong motivasi kolektif dan pencapaian kinerja. Implikasi penelitian memberikan panduan praktis bagi manajemen dalam mendesain program pengembangan kepimpinan yang kontekstual bagi para supervisor di lini produksi.
Copyrights © 2025