Penelitian ini menganalisis efektivitas pengendalian persediaan kedelai di Rumah Tempe Indonesia (RTI), yang saat ini masih menggunakan sistem pemesanan konvensional tanpa dasar perhitungan matematis. Kebijakan tersebut menimbulkan masalah berupa frekuensi pemesanan yang sangat tinggi (48 kali per tahun), pembelian dalam jumlah kecil (10 ton per pesanan), serta total biaya persediaan yang membengkak hingga Rp73.168.750 per tahun. Untuk mengatasi ketidakefisienan ini, penelitian menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ) menggunakan data primer hasil wawancara dan perhitungan kebutuhan, biaya pesan, dan biaya simpan. Hasil analisis menunjukkan bahwa EOQ menetapkan kuantitas optimal 78,5 ton dengan frekuensi 6 kali per tahun dan biaya persediaan Rp18.339.687,5, sedangkan POQ menghasilkan kuantitas 80 ton dengan biaya Rp18.350.000. Kedua metode mampu menurunkan biaya persediaan lebih dari 75% dibandingkan kebijakan RTI saat ini, sehingga penerapannya penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengendalian persediaan kedelai di RTI.
Copyrights © 2025