Permasalahan sampah plastik di Indonesia masih menjadi tantangan serius akibat tingginya timbulan sampah dan rendahnya tingkat pengelolaan berbasis data. Bank sampah sebagai pendekatan berbasis masyarakat memiliki potensi strategis, namun efektivitas operasionalnya kerap terhambat oleh rendahnya literasi digital dan ketergantungan pada pencatatan manual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan efektivitas pengelolaan sampah plastik melalui implementasi aplikasi Duitin di Bank Sampah PESONA,.Metode participatory community engagement digunakan dengan tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan berbasis praktik, pendampingan, dan evaluasi kuantitatif menggunakan analisis pre-test dan post-test serta analisis N-Gain. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 12,67 pada pre-test menjadi 20,20 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,611 (kategori sedang) dan 6 peserta tinggi. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai 69,33% (kategori puas). Temuan ini memberikan kontribusi empiris bahwa integrasi pelatihan literasi digital dengan aplikasi pengelolaan sampah berbasis teknologi efektif dalam meningkatkan kapasitas komunitas, transparansi transaksi, dan potensi nilai ekonomis sampah. Secara akademik, kegiatan ini memperkaya kajian pengabdian masyarakat dengan model evaluasi terukur yang dapat direplikasi untuk mendukung penguatan ekonomi sirkular berbasis komunitas
Copyrights © 2025