Pendekatan semantis dalam studi Al-Qur’an dan Hadis merupakan metode analisis yang menekankan pemahaman makna kata, frase, dan struktur teks secara mendalam dan kontekstual. Artikel ini mengkaji implementasi pendekatan semantis dalam studi Qur’an dan Hadis kawasan, dengan fokus pada analisis leksikal, konteks sosial-budaya, serta hubungan makna atau pragmatik. Analisis leksikal menelaah makna kata kunci seperti amanah, ‘adl, rahmat, dan ihsan, serta pergeseran maknanya dalam masyarakat berbeda. Analisis konteks sosial-budaya menekankan perbedaan interpretasi teks antara kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara, sedangkan analisis pragmatik menyoroti interaksi makna antar kata dan kalimat untuk menghasilkan pemahaman yang lebih holistik. Pendekatan semantis terbukti memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kemampuan menggali makna tersirat, relevansi kontekstual, dan sifat interdisipliner yang memungkinkan integrasi dengan ilmu bahasa, antropologi, dan sosiologi. Metode ini juga menghadapi tantangan, termasuk perbedaan interpretasi antar pembaca, keterbatasan data historis untuk hadis, dan kebutuhan penguasaan bahasa Arab klasik yang mendalam. Dengan menerapkan strategi triangulasi data dan analisis literatur klasik maupun kontemporer, pendekatan semantis mampu memberikan pemahaman yang lebih akurat, relevan, dan adaptif terhadap dinamika sosial dan budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan semantis tidak hanya memperluas cakrawala akademik dalam studi Al-Qur’an dan Hadis, tetapi juga menjembatani nilai-nilai klasik dengan kebutuhan masyarakat modern. Pemahaman holistik ini memungkinkan interpretasi teks yang kontekstual, kritis, dan aplikatif, serta menegaskan bahwa Al-Qur’an dan Hadis adalah teks yang dinamis dan kaya makna. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan metodologis bagi studi Qur’an dan Hadis kawasan, sekaligus mendukung pengembangan praktik keagamaan yang kontekstual dan relevan
Copyrights © 2026