Usaha peternakan sapi potong memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya melalui program pemerintah seperti Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan peternak sapi penerima bantuan Program P2DK di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Penelitian dilaksanakan di empat desa terpilih menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan sensus terhadap seluruh penerima bantuan ternak sapi. Data primer diperoleh melalui observasi dan kuesioner, sedangkan data sekunder berasal dari Dinas Peternakan Kabupaten Sarolangun serta berbagai sumber pendukung lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan metode Revenue Cost Ratio (R/C) untuk menilai tingkat efisiensi dan kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi rata-rata sebesar Rp7.691.770 per periode pemeliharaan, dengan total penerimaan mencapai Rp27.740.366. Selisih antara keduanya menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp20.058.273, sedangkan nilai R/C ratio sebesar 3,61 menunjukkan bahwa usaha ternak sapi pada lokasi penelitian sangat efisien dan menguntungkan, sehingga layak untuk terus dijalankan dan dikembangkan. Temuan ini menunjukkan bahwa usaha ternak sapi dalam Program P2DK di Kecamatan Air Hitam tergolong sangat menguntungkan dan efisien secara ekonomi. Dengan demikian, program ini berperan positif dalam meningkatkan pendapatan peternak serta layak untuk terus dikembangkan sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Copyrights © 2026