Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS SALURAN, MARGIN, DAN EFISIENSI PEMASARAN TELUR ITIK DI KECAMATAN AIR HANGAT KABUPATEN KERINCI Andica Dwi Beja Kurniawan; Fatati; Nahri Idris
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Oktober 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i10.1031

Abstract

This study aimed to analyze the marketing channels, margins, and marketing efficiency of duck eggs in Air Hangat District, Kerinci Regency. This research was motivated by the marketing condition in which long distribution chains cause farmers to receive a lower share of the selling price. The study used a survey method with a census approach involving the entire population of duck farmers and duck egg traders as respondents. The data consisted of both primary and secondary data. Primary data were obtained through direct interviews with farmers and traders regarding production quantity, buying and selling prices of duck eggs, and the income earned. Secondary data were collected from related institutions and previous studies. Data analysis was conducted using marketing margin, farmer’s share, and marketing efficiency calculations. The results showed that there were two marketing channel patterns: (1) farmer → consumer, and (2) farmer → collector → retailer → consumer. The total marketing margin was IDR 1,172.49 per egg, with farmer’s share values of 100% and 65.77% for each channel, respectively. The marketing efficiency values were 0% for channel I and 3.07% for channel II. These findings indicate that channel I is the most efficient and provides greater benefits to farmers. It is recommended that farmers utilize shorter marketing channels or sell directly to consumers to increase their income.
Species Composition and Catch Rate of Cast Net Fisheries in Kerinci Lake, Jambi Ananda, Destha Dwi; Fatati; Magwa, Rizky Janatul; Yurleni; Yunita, Lauura Hermala; Putinur
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 4 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i4.8581

Abstract

Capture fisheries in inland waters play a vital role in supporting food security and the economy of the community, including fishermen in Lake Kerinci who utilize cast nets as an economical and effective fishing gear. However, scientific information on catch composition, catch rates, and technical factors influencing the productivity of this gear is still limited. The purpose of this study was to analyze catch composition, catch rates, and factors influencing catch yields from cast nets in Lake Kerinci, Kerinci Regency, Jambi. The study was conducted from June 29 – August 7, 2025, using a survey method through participatory observation and interviews with 17 fishermen using cast nets, with a total of 34 data collection trips. Data collected included fish species, weight and number of catches, fishing duration, number of casts, and gear dimensions, then analyzed descriptively and using multiple linear regression. The results showed that the catch composition consisted of 162 tilapia (84.49% of the total weight) and 39 Nile tilapia (15.51%). The average catch rate of the throw nets reached 1.74 kg/hour, with the highest value for tilapia at 2.94 kg/hour. Regression analysis results showed that fishing duration, number of throws, and gear dimensions had no significant effect on catch results (p>0.05). It can be concluded that the throw nets in Lake Kerinci predominantly catch tilapia, while technical factors of the gear are not the main determinants of catch results. Environmental conditions and fish stock availability are suspected to have a greater influence on catch results.
EVALUASI TINGKAT KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN KAMBING KACANG RAKYAT DI KECAMATAN AIR HITAM KABUPATEN SAROLANGUN Naekgamaliel Sitorus; Fatati; Bagus Pramusintho
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Desember 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i12.1383

Abstract

Usaha peternakan kambing kacang merupakan salah satu usaha yang berperan penting dalam mendukung peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan, namun keberlanjutan usahanya sering dihadapkan pada tantangan yang berbeda di setiap wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberlanjutan usaha peternakan kambing kacang rakyat di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Penelitian dilaksanakan di lima desa yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan populasi ternak tertinggi dan aktivitas peternakan yang masih aktif. Responden berjumlah 43 orang peternak yang ditentukan secara simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dengan pendekatan Rap-Kambing Kacang (Rap-Ka) yang dimodifikasi dari Rapfish, serta dilengkapi analisis Leverage untuk mengidentifikasi atribut paling sensitif terhadap perubahan indeks keberlanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha peternakan kambing kacang di Kecamatan Air Hitam memiliki nilai indeks keberlanjutan multidimensi sebesar 34,40, yang termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan pada semua dimensi. Dimensi dengan nilai terendah terdapat pada hukum dan kelembagaan (28,48). Atribut paling sensitif terhadap keberlanjutan antara lain pada dimensi ekonomi yaitu sumber pembiayaan (3,08), dimensi sosial budaya yaitu tingkat pendidikan peternak (2,53), dimensi teknologi–infrastruktur yaitu kondisi sarana jalan (2,61), dimensi ekologi yaitu ketersediaan hijauan pakan ternak (2,12), serta dimensi hukum dan kelembagaan yaitu kerjasama peternak dan pemerintah (4,02). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan usaha peternakan kambing kacang tergolong kurang berkelanjutan, dengan nilai indeks multidimensi sebesar 34,40 dan atribut yang paling sensitif dari semua dimensi terdapat pada dimensi hukum dan kelembagaan yaitu kerja sama peternak dan pemerintah (4,02).
STATEGI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG RAKYAT DI KECAMATAN AIR HITAM KABUPATEN SAROLANGUN Trido Utomo; Fatati; Sri Novianti
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026) In Press
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1521

Abstract

Usaha peternakan sapi potong memegang peran penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan kekuatan kelemahan lanjut peluang dan ancaman strategi pengembangan usaha ternak sapi potong rakyat di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun. Penelitian ini di laksanakan di Kecamatan Air Hitam pada tanggal 12 September 2025 sampai 12 Oktober 2025. Metode yang di gunakan yaitu metode survei. Data yang di gunakan Adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan responden menggunakan metode sampling yang di ambil secara acak sebanyak 58 peternak. Hasil analisis matriks IFE yaitu total skor bobot IFE yang diperoleh dari nilai faktor kekuatan sebesar 1,92 dan total nilai kelemahan sebesar 1,46. Maka, total skor IFE (Internal Factor Evaluation) sebesar 3,38. Hasil perhitungan menunjukan bahwa responden peternak sapi di Kecamatan Air Hitam dalam mengatasi mampu mengatasi kelemahan dan memanfaatkan kekuatan yang ada, sehigga faktor internal pengembangan usaha ternak sapi potong rakyat di Kecamatan Air Hitam berada dalam katagori kuat, analisis EFE (Eksternal Faktor Evaluation) sebesar 3,55. Pengembangan usaha ternak sapi potong rakyat di Kecamatan Air Hitam berada pada sel I yang berarti bertumbuh dan membangun, stategi yang dapat di terapkan yaitu stategi intensif. Hasil perhitungan menunjukan bahwa responden peternak sapi di Kecamatan Air Hitam mampu memanfaatkan peluang dan menghadapi ancaman yang ada, sehingga termasuk katagori kuat. Berdasarkan matriks analisis SWOT strategi yang dapat di terapkan yaitu cara SO Menggunakan sistem semi-intensif yang efisien, serta memanfaatkan lahan perkebunan sawit sebagai sumber pakan hijauan, untuk memenuhi kebutuhan pakan, analisis QSPM menunjukan bahwa dari 8 alternatif stategi nilai yang paling tinggi Adalah 6,61.
ANALISIS KEUNTUNGAN PETERNAK SAPI DALAM PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN DESA DAN KELURAHAN (P2DK) DI KECAMATAN AIR HITAM Andreas Hendrik Kurniawan; Fatati; Sri Novianti
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026) In Press
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1524

Abstract

Usaha peternakan sapi potong memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya melalui program pemerintah seperti Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan peternak sapi penerima bantuan Program P2DK di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Penelitian dilaksanakan di empat desa terpilih menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan sensus terhadap seluruh penerima bantuan ternak sapi. Data primer diperoleh melalui observasi dan kuesioner, sedangkan data sekunder berasal dari Dinas Peternakan Kabupaten Sarolangun serta berbagai sumber pendukung lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan metode Revenue Cost Ratio (R/C) untuk menilai tingkat efisiensi dan kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi rata-rata sebesar Rp7.691.770 per periode pemeliharaan, dengan total penerimaan mencapai Rp27.740.366. Selisih antara keduanya menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp20.058.273, sedangkan nilai R/C ratio sebesar 3,61 menunjukkan bahwa usaha ternak sapi pada lokasi penelitian sangat efisien dan menguntungkan, sehingga layak untuk terus dijalankan dan dikembangkan. Temuan ini menunjukkan bahwa usaha ternak sapi dalam Program P2DK di Kecamatan Air Hitam tergolong sangat menguntungkan dan efisien secara ekonomi. Dengan demikian, program ini berperan positif dalam meningkatkan pendapatan peternak serta layak untuk terus dikembangkan sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.