Ketidaksesuaian antara pemanfaatan teknologi dan konsistensi perbaikan proses sering kali menimbulkan kesenjangan antara investasi operasional dan hasil kinerja, sehingga penting untuk memahami bagaimana kesiapan budaya organisasi dan kapabilitas teknologi dapat diintegrasikan secara efektif guna mendukung perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan adopsi teknologi terhadap kesiapan implementasi lean manufacturing, serta dampaknya pada performa organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan PT Suprabakti Mandiri dengan purposive sampling technique, dan hasilnya dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap kesiapan implementasi lean manufacturing, tetapi pengaruh langsungnya terhadap performa organisasi tidak signifikan dan lebih efektif melalui mediasi lean manufacturing. Adopsi teknologi juga berpengaruh terhadap kesiapan lean, sedangkan dampaknya terhadap kinerja organisasi secara langsung tidak signifikan tanpa integrasi lean. Lean manufacturing memiliki pengaruh paling kuat terhadap peningkatan performa organisasi, sehingga berperan sebagai penghubung antara budaya dan teknologi dengan hasil kinerja yang optimal. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi budaya dan teknologi sebagai fondasi bagi implementasi lean yang efektif dalam meningkatkan kualitas produk, efisiensi operasional, dan ketepatan pengiriman di PT Suprabakti Mandiri.
Copyrights © 2026