Pembelajaran matematika sering dianggap abstrak dan kurang kontekstual oleh peserta didik, sehingga diperlukan pendekatan yang mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal. Salah satu pendekatan yang relevan adalah etnomatematika, yang mengintegrasikan aktivitas budaya dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam proses pembuatan kue lupis sebagai kajian etnomatematika di Pasar Garotan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pembuat kue lupis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan pembuatan kue lupis mengandung konsep matematika, meliputi pengukuran, perbandingan dan proporsi, waktu, geometri, simetri, serta operasi aritmetika. Tahap perendaman mencerminkan konsep rasio antara beras ketan dan air, tahap pembungkusan menunjukkan konsep geometri dan simetri pada bentuk segitiga, tahap perebusan berkaitan dengan perbandingan jumlah bahan dan waktu pemasakan, sedangkan tahap penyajian dan pemasaran melibatkan perhitungan takaran, harga, dan keuntungan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembuatan kue lupis tidak hanya merepresentasikan kearifan budaya lokal, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber dan media pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya.
Copyrights © 2025