Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa Indonesia masih tergolong rendah, yang ditunjukkan oleh skor PISA 2022 dan dominasi pendekatan pembelajaran konvensional. Inovasi pegagogis berupa E-modul interaktif muncul sebagai Solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung Kurikulum Merdeka. Akan tetapi, ketidakseragaman hasil penelitian mengenai efektivitas E-modul terhadap pemahaman konsep matematika mendorong perlunya kajian sistematis yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas E-modul, menetapkan ciri-ciri E-modul yang berhasil, dan mengidentifikasi elemen-elemen yang berkontribusi pada kesuksesan penerapannya. Studi ini menggunakan metode SLR dengan berpedoman pada protocol PRISMA, menganalisis 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi (publikasi 2021-2025) dari basis data akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan dan penerapan E-Modul secara konsisten memberikan kontribusi positif dan siginikan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Efektivitas ini didukung oleh integrasi E-Modul dengan model konstruktivis (seperti PBL dan Discovery Learning) dan pendekatan kontekstual. E-Modul yang unggul dicirikan oleh desain yang valid, praktis, interaktivitas tinggi, serta dukungan alat visual modern (Geogebra, Desmos, Wordwall). Keberhasilan implementasi juga didorong oleh peningkatan motivasi dan kemandirian belajar siswa. Kesimpulan dari SLR ini Adalah E-modul interaktif merupakan alternatif bahan ajar yang teruji dan efektif dalam mengatasi kendala pemahaman konsep matematis siswa, menjadikannya Solusi yang dapat diandalkan untuk peningatan hasil belajar.
Copyrights © 2025