Penerapan Discovery Learning berbasis konstruktivisme sosial terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep matematis dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Model ini mendorong siswa untuk aktif mengeksplorasi konsep, berkolaborasi dengan teman sebaya, serta merefleksikan proses dan hasil belajar mereka. Melalui aktivitas tersebut, peserta didik membangun pengetahuan secara mandiri, bermakna, dan kontekstual, sesuai pengalaman dan interaksi sosial dalam lingkungan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menelaah temuan terkait penerapan Discovery Learning dalam kerangka konstruktivisme sosial untuk mengembangkan pemahaman matematis dan menumbuhkan nalar kritis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 29 artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan antara 2020–2025, diperoleh dari basis data Google Scholar, Semantic Scholar, dan Scopus melalui Publish or Perish, dianalisis secara sistematis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Discovery Learning, bila diterapkan melalui prinsip konstruktivisme sosial, secara konsisten memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis. Aktivitas eksplorasi, diskusi, kolaborasi, dan refleksi terbukti sangat efektif, sementara interaksi sosial dan scaffolding guru menjadi faktor kunci dalam mendukung pembentukan struktur pengetahuan yang bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Discovery Learning dengan konstruktivisme sosial merupakan pendekatan pedagogis yang relevan dan efektif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi di pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2025