Fenomena meningkatnya intoleransi di kalangan remaja menjadi keprihatinan tersendiri. Kasus-kasus bullying, ujaran kebencian, dan diskriminasi yang tersebar di media sosial menunjukkan bahwa teknologi digital tidak selalu mendukung pembentukan karakter positif. Pengabdian ini bertujuan untuk menidentifikafi dampak intoleransi dengan dorongan dari media sosial yang sulit untuk di batasi sehingga dapat memunculkan hasil yang memiliki dampak yang cukup buruk dalam kehidupan kewarganegaraan. Metode pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 9 Pekanbaru, dengan pendekatan melalui penyuluhan. Dimana penyuluhan tersebut di bungkus dengan metode yang sederhana sehingga mudah di pahami oleh siswa. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi dan ketrampilan melalui metode ceramah, simulasi, dan bermain peran kepada siswa SMA. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif meningkatkan kepekaan sosial siswa. Ada perubahan perilaku yang berarti, di mana siswa mulai menunjukkan kepedulian terhadap keberagaman di SMAN 9 Pekanbaru. Peningkatan kesadaran ini diharapkan menjadi dasar yang kokoh dalam membentuk kepribadian mereka sebagai generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. upaya strategis untuk memperkuat karakter inklusif di antara siswa. Peserta didik sekarang dapat mengenali berbagai jenis intoleransi di sekolah baik yang berbentuk verbal, sosial, maupun simbolis serta menyadari dampak merugikannya terhadap kesehatan mental individu dan suasana belajar yang kondusif
Copyrights © 2026