Humor merupakan instrumen komunikasi sosial yang kuat, namun batas antara komedi dan penghinaan sering kali menjadi kabur dalam praktik sehari-hari. Artikel ini mengeksplorasi fenomena normalisasi candaan kebencian ( perkataan kebencian yang disamarkan sebagai humor ) di masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, artikel ini menganalisis dampak psikologis dan sosiologis dari humor yang mempengaruhi kelompok tertentu. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa normalisasi candaan kebencian berkontribusi pada desensitisasi moral dan memperkuat stigma sosial. Kesimpulan utama menekankan bahwa humor yang sehat harus menjunjung tinggi martabat manusia tanpa harus mengorbankan integritas pihak lain.
Copyrights © 2026