Penelitian ini menganalisis implementasi pendekatan Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning) dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi Peradaban Daulah Syafawi di kelas X Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan reflektif terhadap praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, dokumentasi modul ajar, hasil mini riset di MAN 3 Tasikmalaya, serta refleksi kritik dari dosen dan sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pembelajaran sejarah secara kontekstual. Namun, implementasi praktik menghadapi kendala dalam hal: (1) persiapan pembelajaran yang kurang matang, (2) manajemen administratif kelas seperti absensi yang terabaikan, (3) penguasaan materi yang belum optimal, dan (4) manajemen waktu yang melebihi alokasi. Temuan mini riset mengonfirmasi bahwa tantangan utama pembelajaran SKI adalah penyesuaian metode dengan materi dan keterbatasan media pembelajaran. Penelitian menyarankan pentingnya persiapan komprehensif, penguasaan materi mendalam, dan pelatihan manajemen kelas untuk optimalisasi pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran SKI.
Copyrights © 2026