Dalam pengangkutan batubara dari tambang ke pelabuhan, pengangkutan batubara di Muara Jambi membantu pertumbuhan ekonomi provinsi. Namun, tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk batubara merupakan masalah besar bagi industri transportasi ini. Undang-undang seperti Perda Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pengaturan Pengangkutan Batubara dan pembatasan jam operasional telah diberlakukan, kendala utama masih terkait dengan pengawasan dan pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan transportasi batubara di wilayah Muaro Jambi, khususnya di daerah Mendalo, yang menyebabkan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas serta kerusakan infrastruktur jalan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi guna memperoleh pemahaman mendalam tentang kondisi sosial, infrastruktur, dan perilaku pengemudi dalam proses pengangkutan batubara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan meliputi kelalaian sopir, kondisi kendaraan yang kurang layak, kerusakan jalan, serta lemahnya penegakan hukum dan pengawasan di lapangan.
Copyrights © 2025