Lunggi Journal
Vol. 3 No. 4 (2025): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner

PERAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN DAN KREATIVITAS SISWA DI TINGKAT DASAR

Saputri Alalpala Arestu (Unknown)
Aslan (Unknown)
Rona (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Dec 2025

Abstract

Penelitian ini berawal dari ditemukannya fenomena di SDN 22 Sulur Medan tentang peran kurikulum merdeka belajar dalam mengembangkan kemandirian dan kreativitas siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang: 1) Strategi yang digunakan guru untuk mengembangkan kemandirian dan kreativitas siswa melalui kurikulum merdeka belajar. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan kurikulum merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi, member check dan perpanjangan pengamatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Strategi yang digunakan untuk mengembangkan kemandirian dan kreativitas siswa melalui kurikulum merdeka di SDN 22 Sulur Medan menggunakan penerapan strategi Pembelajaran Berdiferensiasi, Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL), serta Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang saling melengkapi dalam mendukung tercapainya tujuan Kurikulum Merdeka. Pembelajaran berdiferensiasi membantu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang beragam, PjBL menumbuhkan kreativitas dan kolaborasi melalui pengalaman nyata, PBL melatih berpikir kritis dan pemecahan masalah, sementara P5 menanamkan karakter sesuai nilai Pancasila. (2) Faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan Kurikulum Merdeka di SDN 22 Sulur Medan untuk mengembangkan kemandirian dan kreativitas siswa yang didukung oleh pelatihan guru, dukungan sekolah, ketersediaan sumber daya, keterlibatan orang tua, serta inovasi pembelajaran. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa kurangnya pelatihan guru, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya partisipasi orang tua. Oleh karena itu, optimalisasi faktor pendukung dan upaya mengatasi hambatan tersebut sangat diperlukan agar tujuan Kurikulum Merdeka dapat tercapai secara maksimal.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

lunggi

Publisher

Subject

Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences Other

Description

The scope of the articles published covers multidisciplinary knowledge groups, including educational knowledge groups such as Islamic Religious Education, Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Early Childhood Islamic Education, Tadris or Indonesian Language Education, Sharia Economic Law, ...