Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem kesepakatan kelas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai upaya memberikan pemahaman tentang kedisiplinan kepada siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Sambas. Kesepakatan kelas merupakan bagian dari strategi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka yang melibatkan partisipasi aktif guru dan siswa dalam merancang aturan bersama demi menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi guru Pendidikan Agama Islam, siswa kelas VII dan Kepala Sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Bentuk kesepakatan kelas yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam diwujudkan melalui empat elemen utama, yaitu kontrak belajar, berupa kesepakatan awal antara guru dan siswa tentang aturan dan tanggung jawab bersama.Aturan perilaku, seperti memberi salam saat masuk kelas, menjaga kebersihan, bersikap sopan, dan berpartisipasi aktif.Rutinitas pembelajaran, misalnya berdoa bersama, menyimak materi dengan sungguh-sungguh, serta bersikap tertib dan disiplin selama pembelajaran.Konsekuensi dan apresiasi, yaitu penerapan sanksi jika melanggar dan pemberian pujian atas kedisiplinan siswa. 2. Implikasi pada implementasi kesepakatan kelas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VII tahun pelajaran 2024/2025. Tercermin dari meningkatnya keteraturan siswa dalam menjalani pembelajaran, seperti kehadiran yang konsisten, kerapian dalam berpakaian, serta sikap yang lebih tertib dan sopan terhadap guru dan teman sebaya. Kedisiplinan tidak hanya dipengaruhi oleh aturan yang berlaku, tetapi juga oleh kesadaran siswa untuk menjunjung nilai-nilai keislaman yang diajarkan melalui mata pelajaran PAI. 3. Faktor-faktor yang memengaruhi kedisiplinan siswa dalam implementasi kesepakatan kelas mencakup faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi pribadi siswa untuk menjadi lebih baik, menaati aturan, dan bertanggung jawab. Faktor eksternal mencakup peran guru sebagai teladan dan penegak aturan, pengaruh positif teman sebaya, serta dukungan dan pengawasan dari keluarga.
Copyrights © 2025