Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI AKTIVITAS TIDUR DAN PRAKTIK BERCERITA (STORY TELLING) DI DESA ENSAID PANJANG SINTANG Shinta Widiastuty Anggerainy; Mohamad Ikhsan; Siti Nurul Huda
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 01 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i01.594

Abstract

Reading story or story telling is one of the positive routine activuty that is recomended for children because it can calm and increase the effecct of the duration of children sleep. For fullfil rest and sleep to improve sleep quality child and to growth and development, education sleep activity and practice story telling is needed. The aims of this community service is increase mothers’ knowledge about the importance of education sleep activuty and skill story telling practice. The activuty begins with educatioan sleep activuties that can improve the quality of children sleep and the story telling training. The training was carried out three times with lectures and aload reading technique, aloud reading exercice, and aloud reading practice. Feedback on the practice of aloud reading,and strengthening of reading houses. The results of this community service activity show that from the aspect of knowledge and attitudes, community already have knowledge about sleep activities and the role of story telling in improve sleep quality children. From the skill aspect, some of mothers were already sklii and had the ability to practice story telling and some mother stillneeded to do alot of practice to improve their ability to practice story telling. A whats App Group for Mothers Like Telling Stories has been formed as a solution and media for mothers and the team of community service to communicate aboot sleep avtivities and story telling practice. There is a need to refresh the reading house by providing new books and administrative staff for the reading house in Ensaid Panjang Village who can support and improve mother’s skill in story telling practice.
SISTEM KESEPAKATAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MEMBERIKAN PEMAHAMAN KEDISIPLINAN SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 4 SAMBAS TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Siti Nurul Huda; Aslan; Muspian
Lunggi Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem kesepakatan kelas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai upaya memberikan pemahaman tentang kedisiplinan kepada siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Sambas. Kesepakatan kelas merupakan bagian dari strategi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka yang melibatkan partisipasi aktif guru dan siswa dalam merancang aturan bersama demi menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi guru Pendidikan Agama Islam, siswa kelas VII dan Kepala Sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Bentuk kesepakatan kelas yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam diwujudkan melalui empat elemen utama, yaitu kontrak belajar, berupa kesepakatan awal antara guru dan siswa tentang aturan dan tanggung jawab bersama.Aturan perilaku, seperti memberi salam saat masuk kelas, menjaga kebersihan, bersikap sopan, dan berpartisipasi aktif.Rutinitas pembelajaran, misalnya berdoa bersama, menyimak materi dengan sungguh-sungguh, serta bersikap tertib dan disiplin selama pembelajaran.Konsekuensi dan apresiasi, yaitu penerapan sanksi jika melanggar dan pemberian pujian atas kedisiplinan siswa. 2. Implikasi pada implementasi kesepakatan kelas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VII tahun pelajaran 2024/2025. Tercermin dari meningkatnya keteraturan siswa dalam menjalani pembelajaran, seperti kehadiran yang konsisten, kerapian dalam berpakaian, serta sikap yang lebih tertib dan sopan terhadap guru dan teman sebaya. Kedisiplinan tidak hanya dipengaruhi oleh aturan yang berlaku, tetapi juga oleh kesadaran siswa untuk menjunjung nilai-nilai keislaman yang diajarkan melalui mata pelajaran PAI. 3. Faktor-faktor yang memengaruhi kedisiplinan siswa dalam implementasi kesepakatan kelas mencakup faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi pribadi siswa untuk menjadi lebih baik, menaati aturan, dan bertanggung jawab. Faktor eksternal mencakup peran guru sebagai teladan dan penegak aturan, pengaruh positif teman sebaya, serta dukungan dan pengawasan dari keluarga.