Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya lokal Sambas dan bentuk keterlibatan komunitas dalam buku muatan lokal (mulok) berjudul Mengenal Kabupaten Sambas serta implikasinya bagi pengembangan kurikulum berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen terhadap isi buku, dilengkapi dengan telaah konseptual mengenai kurikulum berbasis komunitas dan etnopedagogi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan mendalam dan pencatatan sistematis terhadap isi buku. Analisis data dilakukan Menggunakan teknik analisis isi kualitatif. Fokus analisis diarahkan pada empat unsur budaya lokal, yaitu makanan tradisional, kerajinan tangan, lagu daerah, dan tarian tradisional. Dan keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi teori. Hasil kajian menunjukkan bahwa buku mulok tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengetahuan deskriptif tentang budaya Sambas, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai sosial, religius, dan kearifan lokal yang hidup dalam komunitas. Namun demikian, keterlibatan komunitas dalam pengembangan dan pemanfaatan buku masih bersifat implisit dan belum terstruktur secara pedagogis. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan penguatan peran komunitas lokal dalam pengembangan kurikulum agar pembelajaran menjadi lebih kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026