e-GIGI
Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi

Gambaran Pola Sidik Bibir Berdasarkan Klasifikasi Suzuki-Tsuchihashi di Kelurahan Sindulang Dua, Manado

Huwae, Immanuel K. (Unknown)
Kristanto, Erwin G. (Unknown)
Khoman, Johanna A. (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Jan 2026

Abstract

Abstract: Forensic identification is a crucial method for recognizing an individual's identity by comparing antemortem and postmortem data. Generally, identification methods are categorized into two groups: primary and secondary. One of the secondary methods that has gained increasing attention is cheiloscopy, or lip print identification, which is known for its uniqueness, permanence, and practicality. However, it is not yet established as a standard identification method in Indonesia. Limitations in applying primary methods highlight the potential of cheiloscopy as an alternative that can accelerate the identification process, particularly in coastal areas such as Sindulang Dua Subdistrict, Manado. This study aimed to obtain the lip print pattern of Sindulang Dua community based on the Suzuki-Tsuchihashi classification. This was a descriptive and observational study with a cross-sectional design, using purposive stratified sampling. The results obtained 83 respondents aged 21–40 years, consisting of 40 males and 43 females. The most frequent lip patterns were type I (36.14%) and type IV (31.33%). Among males, the most frequent type was type IV (40.00%), meanwhile, among females was type I (46.51%). The most dominant ethnic group among the respondents was Sangir (36.14%). In conclusion, the majority of people at Sindulang Dua Subdistrict have Sangir ethnic group yang mayoritas berasal dari suku Sangir. The dominant lip print pattern found in males was type IV, while in females it was type I. Keywords: lip print patterns; forensic identification; Suzuki Tsuchihashi classification   Abstrak: Identifikasi forensik merupakan metode penting untuk mengenali identitas individu melalui perbandingan data antemortem dan postmortem. Metode ini terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Cheiloscopy atau identifikasi pola sidik bibir adalah salah satu metode sekunder yang memiliki keunggulan dalam hal keunikan, kekekalan, dan kepraktisan, namun belum menjadi standar identifikasi di Indonesia. Kendala pada metode primer menjadikan cheiloscopy sebagai alternatif dalam percepatan identifikasi, khususnya di wilayah pesisir seperti Kelurahan Sindulang Dua. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pola sidik bibir masyarakat Kelurahan Sindulang Dua Manado berdasarkan klasifikasi Suzuki-Tsuchihashi. Jenis penelitian ialah observasional deskriptif dengan desain potong lintang. menggunakan teknik purposive stratified sampling. Hasil penelitian mendapatkan 83 orang usia 21–40 tahun sebagai responden, terdiri dari 40 laki-laki dan 43 perempuan. Pola yang paling sering muncul yaitu tipe I (36,14%) dan tipe IV (31,33%). Pada laki-laki pola yang paling sering muncul ialah tipe IV (40,00%) dan pada perempuan tipe I (46,51%). Suku yang dominan pada responden ialah suku Sangir (36,14%). Simpulan penelitian ini ialah pada masyarakat Kelurahan Sindulang Dua yang mayoritas berasal dari suku Sangir, ditemukan bahwa tipe pola sidik bibir yang paling sering muncul pada laki-laki ialah tipe IV, sementara pada perempuan yang paling dominan ialah tipe I. Kata kunci: pola sidik bibir; identifikasi forensik; klasifikasi Suzuki Tsuchihashi

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

egigi

Publisher

Subject

Dentistry

Description

JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan ...