Gor Badminton Maulana (GBM) di Semarang menghadapi tantangan serius dalam meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) meskipun memiliki keunggulan kompetitif seperti harga yang terjangkau dan komunitas pelanggan yang loyal. Permasalahan utama yang teridentifikasi adalah ketiadaan identitas visual yang konsisten dan profesional, termasuk logo, panduan visual, dan implementasi yang terpadu pada sarana fisik (physical evidence) dan media promosi digital. Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual baru yang efektif untuk GBM guna membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan daya saing. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dengan pemilik, observasi lapangan menggunakan pendekatan bauran pemasaran jasa 7P, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT untuk memetakan kondisi internal dan eksternal, dilanjutkan dengan metode SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) untuk merumuskan strategi perancangan yang berfokus pada aspirasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan identitas visual yang baru, yang meliputi logo berbentuk emblem, palet warna hijau dan biru yang profesional dan ramah, serta penerapannya pada signage dan media digital, merupakan strategi krusial untuk mentransformasi citra GBM menjadi pusat bulutangkis yang profesional, inklusif, dan mudah dikenali. Identitas visual yang konsisten terbukti menjadi alat strategis untuk diferensiasi dan secara langsung berkontribusi pada peningkatan brand recognition dan recall di kalangan calon pelanggan.
Copyrights © 2025